Benarkah Kehadiran Kupu-kupu Di Rumah Tanda Akan Ada Tamu Yang Datang?

Di Indonesia banyak sekali kepercayaan akan sesuatu yang kadang bikin kening berkerut. Salah satu kepercayaan yang sering diyakini kebenarannya adalah jika kupu-kupu masuk ke dalam rumah berarti akan ada tamu yang akan berkunjung ke rumah orang tersebut.

Entah apa hubungannya antara kedatangan kupu-kupu dengan hadirnya tamu. Mungkin hal ini dipengaruhi oleh bentuk dan warna kupu-kupu yang indah sehingga di asosiasikan dengan tamu.

kupu-kupu-masuk-rumah

Baca juga Awal Mula Munculnya Hantu Suster Ngesot Yang Akan Bikin Kamu Terharu.

Itu sebabnya, kedatangan tamu yang akan datang ke rumah bisa dilihat dari kedatangan kupu-kupu ke rumah kita. Jika kupu-kupu yang datang berkunjung ke rumah adalah kupu-kupu berwarna hitam legam, konon tamu yang akan datang ke rumah kita adalah seseorang yang berwajah seram atau bukanlah tamu yang baik (jahat).

Sebaliknya jika yang datang ke rumah kita adalah seekor kupu-kupu berbentuk indah dan berwarna putih, maka dipercayai yang datang ke rumah kita adalah tamu yang berwajah tampan maupun cantik atau bisa juga orang yang bermaksud baik kepada kita.

Selain mengetahui siapa yang akan datang, kehadiran kupu-kupu masuk ke dalam rumah juga dapat menunjukkan seberapa dekat pemilik rumah yang di datangi kupu-kupu dengan tamu yang akan datang.

Jika kupu-kupu yang datang ke rumah mengelilingi tubuh kita atau hinggap ke badan kita maka konon tamu yang datang merupakan orang terdekat kita. Bisa sahabat terdekat, orang tua bahkan bisa sang kekasih.

Tapi, jika kupu-kupu tidak mengelilingi dan tidak hinggap ke tubuh kita, maka kemungkinan besar tamu tersebut merupakan orang ‘jauh’ dari kehidupan kita.

Membaca ‘kepercayaan’ masyarakat Indonesia tersebut, dimanakah posisi Anda? Apakah Anda percaya bahwa pertanda kupu-kupu di atas benar adanya? atau justru Anda beranggapan bahwa ‘kepercayaan’ akan kedatangan kupu-kupu tersebut hanya mitos belaka?

Jangan lupa baca juga Teru Teru Bozu, Boneka Mistis Penangkal Hujan Kepercayaan Masyarakat Jepang.

Bagikan:
7 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.