Belajar Dari Seekor Hewan Laba-Laba

Halo teman-teman pembaca setia blog juragan cipir… Apa kabar kalian semua? Saya harap kalian baik-baik saja dan selalu dalam lindungan Allah SWT, amin. Kali ini saya ingin berbagi tentang artikel kehidupan, yaitu belajar dari laba-laba.

Kita semua tahu kan, laba-laba adalah hewan yang hidup di atas jaring laba-laba yang biasanya menempel di pohon, tembok dan kayu. Jika kita melihat sekilas atau sambil lalu, laba-laba adalah hewan yang biasa-biasa saja. Namun jika kita mencermati lebih jauh lagi tentang kehidupan laba-laba, maka kita akan tahu bahwa binatang ini benar-benar luar biasa.

Sebelum cerita ini kita lanjut, marilah kita nyruput kopi atau teh manis kita masing-masing, sruuppuuuut….. emhh… cleguck! Oya, jangan lupa simak juga cerita teman saya punya Pengalaman Bertemu Dengan Hantu Penunggu Pohon Cemara.

hewan pemangsa, laba-laba berbisa, tarantula, hewan serangga

Pada suatu sore hari, saya melihat seekor laba-laba kecil bersarang di pojok tembok bagian atas dapur rumah saya. Kebetulan bagian dapur rumah saya adalah bangunan lama yang disukai oleh hewan-hewan seperti tokek, cicak, semut, dan juga laba-laba. Semua hewan sengaja saya biarkan tinggal di dapur, kecuali tikus. Tikus tidak berani ikutan tinggal di dapur karena takut ditangkap sama kucing saya.

Setiap hari saya memperhatikan kehidupan laba-laba kecil ini. Laba-laba ini hidup di atas jaring-jaring kecil miliknya untuk menunggu mangsa. Setiap hari saya melihat hewan ini merajut jaringnya yang rusak, lalu menambahkan beberapa benang ke tembok yang agak jauh. Kemudian ia merajut benang tambahan tersebut menjadi sebuah jaring yang lebih besar.

Genap seminggu, jaring laba-laba itu sudah sedikit lebih besar. Setiap hari laba-laba kecil ini makan dari mangsa yang terperangkap di jaring kecil miliknya. Suatu saat ada seekor lalat yang tersangkut di jaringnya, lalu laba-laba ini langsung menghampirinya untuk memakannya.

Sejam kemudian, ada seekor lalat lagi yang tersangkut dijaringnya, namun laba-laba ini tidak memakannya, tetapi hanya membungkusnya dengan lilitan benangnya untuk persediaan makan nanti. Setelah itu laba-laba ini menyulami jaringnya yang rusak akibat tertabrak lalat. Beberapa menit kemudian jaringnya kembali rapi, lalu laba-laba bersemayam di tengah jaring untuk menanti mangsa berikutnya.

Pada suatu malam, ada seekor laron yang tersangkut di jaring laba-laba tersebut. Laba-laba ini tidak tidur, ia langsung menerkam laron dan membungkusnya dengan benangnya untuk dimakan besok pagi. Malam itu hanya ada satu laron yang menjadi persediaan mangsa laba-laba.

READ  Mengapa Manusia Tidak Bisa Membasmi Hama Tikus?

Namun pagi harinya, laba-laba tersebut memiliki 3 ekor mangsa, yaitu seekor laron dan dua ekor lalat. Saya melihat laba-laba itu mulai memakan laron sampai habis, lalu lalatnya dimakan pada siang hari. Sarang laba-laba itu terlalu kecil sehingga sehari semalam ia hanya mendapat maksimal 3 mangsa saja, tetapi ia bisa membagi mangsa tersebut sehingga laba-laba itu tidak sampai kelaparan.

Saya mengamati laba-laba ini setiap hari mulai pagi, sore, dan malam hari selama lebih dari sebulan, hingga akhirnya laba-laba tersebut menjadi besar. Sarang atau jaringnya pun kini telah menjadi lebar sehingga tidak ada mangsa yang cukup baginya, karena di dalam dapur saya hanya ada lalat. Karena saya kasihan melihat laba-laba besar itu hanya mendapatkan mangsa kecil, lalu saya memberinya sepotong kecil ikan tongkol lauk-pauk saya.

Tapi ternyata jaring laba-laba itu tidak kuat saya cantoli potongan ikan tongkol, akhirnya serpihan ikan tongkol tersebut jatuh dan jaring laba-laba itu robek melebar ke bawah. Siangnya saya melihat laba-laba itu memperbaiki jaringnya yang robek selama berjam-jam dengan tekun dan sabar. Paginya, jaring laba-laba itu kembali bagus dan rapi.

Beberapa hari kemudian laba-laba besar itu pergi meninggalkan sarangnya. Lalu saya mencari-carinya kemana ia pergi, saya khawatir laba-laba ini dimakan tikus atau hewan lain karena ia terkadang agak dekat dengan tembok bagian atas. Ternyata ia telah pindah ke luar dapur dan menempel di sebuah pohon rambutan. Ia membuat sarang baru dengan kontruksi yang lebih lebar. Beberapa benang dicantolkan di batang pohon, lalu beberapa benang lainnya dicantolkan di cabang-cabang pohon.

Ia mulai merajut jaring-jaringnya dari awal hingga membentuk jaring laba-laba yang cukup besar dan berwarna putih bersih. Besoknya pagi-pagi hari saya melihat jaring-jaring laba-laba itu telah jadi, sementara laba-labanya menunggu mangsa di tengah jaring. Selang agak siang sedikit ternyata ada seekor kupu-kupu yang terjerat jaringnya, lantas laba-laba itu langsung menangkapnya dan memakannya. Beberapa jam kemudian ada mangsa yang terperangkap lagi hingga akhirnya laba laba itu tidak pernah kekurangan makanan dan bahkan semakin gemuk saja.

Saya benar-benar keheranan sekaligus kagum menyaksikan kerja keras laba-laba selama berbulan-bulan dalam menjaring mangsa untuk bertahan hidup. Sejak kecil ia mencari makan sendirian tanpa dibantu oleh siapapun. Ia merajut jaring-jaringnya dengan rapi, sementara tidak ada siapapun yang mengajarinya. Tidak ada siapapun yang melindunginya dari mara bahaya, namun ia bisa selamat hingga sampai besar dan akhirnya berpindah tempat untuk mencari mangsa yang lebih besar.

READ  Pertama Kali Saya Bisa Mengarang Artikel Sendiri di Blog

Nah, dari sinilah saya mulai timbul beberapa pertanyaan. Siapakah yang mengajari laba-laba itu membuat jaring? Jika induknya yang mengajarinya, sepertinya hal itu mustahil karena sejak menetas laba-laba langsung berpisah dengan induknya. Sementara itu, laba-laba merupakan hewan yang tidak punya akal fikiran seperti manusia, tetapi mengapa ia bisa sepintar itu dalam berjuang mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Padahal manusia yang dikaruniai akal fikiran ini bisa bunuh diri gara-gara tidak betah menjalani kerasnya hidup di dunia, tapi kenapa laba-laba bisa setangguh ini dalam menghadapi hidup. Untuk mencari makan saja laba-laba harus bekerja keras, karena mustahil ia bisa makan tanpa rajin menyulam jaring siang dan malam.

Akhirnya saya mulai menemukan jawaban. Laba-laba adalah hewan yang tidak mempunyai akal, oleh karena itu sangatlah mustahil jika laba-laba bisa tahu cara menangkap serangga harus menggunakan jaring. Mustahil jika laba-laba bisa tahu bahwa di luar dapur terdapat banyak serangga besar. Mustahil jika jaring laba-laba sekecil itu bisa mendapatkan mangsa tanpa ada yang mendatangkannya. Mustahil jika laba-laba bisa selamat tanpa ada yang melindunginya, sementara itu banyak binatang lain yang bisa saja memakannya sewaktu-waktu.

Siapakah yang melindungi serta mengajari laba-laba hingga sampai secerdas itu. Dialah Allah SWT, sang maha guru, sang pemberi dan sang penyelamat. Sesungguhnya laba-laba hanyalah binatang bodoh yang tidak tahu apa-apa, tapi Allahlah yang mengajarinya mencari makan dan melindunginya dari ancaman binatang lain.

Jika kita mau belajar dari laba-laba, maka niscaya kita akan sadar bahwa manusia tidak jauh berbeda dengan laba-laba. Manusia tidak akan bisa pintar tanpa ada yang menuntunnya seperti laba-laba. Hanya rasa sombong dan keangkuhan pada diri manusialah yang membuat manusia merasa dirinya pintar. Namun sesungguhnya manusia berada dalam kendali Allah. Maka hendaklah kita mentaati petunjukNya berdasarkan agama kita masing-masing, agar kita tidak menjadi laba-laba yang tersesat.

Sekian cerita yang bisa saya bagikan kepada teman-teman, jangan lupa baca juga Betapa Nikmatnya Membaca Tulisan Para Kontributor Blog Juragan Cipir.

Gambar Gravatar
Saya hanyalah seorang blogger biasa yang ingin berbagi pengalaman kepada pembaca melalui blog ini. Ilmu yang bermanfaat harus disampaikan kepada orang lain sebelum kita kembali padaNya. Indri Lidiawati

3 komentar

  1. Mantap sekali ceritanya mba, buat isnpirasi kita sebagai manusia yang banyak akal jangan sampai kalah dengan seekor laba-laba. Ibarat blog, laga-laba dengan sabar membangun rumahnya . seperti kita kita harus sabar dalam membangun blog agar mendapatkan earning. Mantap mba!

    1. belajar dari kesabaran dan ketekunan laba2 bisa kita terapkan dalam membangun blog yg sukses ya mas hehehe 😀 makasih pertmaxnya 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *