vps murah

Home / Tak Berkategori

Sabtu, 28 November 2015 - 01:47 WIB

Belajar Dari Pak Ibrahim Pengusaha Tambal Ban

Kali ini saya ingin mengenang Ibrahim , teman saya di bangku sekolah yang sukses dengan usaha tambal ban nya namun kini telah tiada

Di kota Jogjakarta waktu saya remaja ada 3 sekolah swasta yang favorit serta prestisius . Yaitu SMU Muhammadiyah 1 , De brito (khusus lelaki) dan stella duce (khusus perempuan). Kebetulan saya sekolah di Muhammadiyah 1 (Muhi) .

Ibrahim . adalah teman saya sekolah . Dia termasuk anak yang cerdas . Saat lulus sekolah dia memutuskan untuk tidak kuliah ? Mengapa ? Karena dia ingin membuka usaha saja .

tambalban

Sempat terjadi perdebatan panjang antara ortunya dan Ibrahim . Singkat kata ortunya akhirnya mengalah dan bersedia memberikan uang yang sedianya dipakai uang gedung sebagai modal . Usaha apa yang ingin dibukanya ? Usaha tambal ban . Ortu Ibrahim tambah kaget .

Tapi Ibrahim memang dikenal sangat kreatif . Dia mengajak 5 orang teman maennya untuk membuka usaha dengan bantual modalnya . Dia memberikan kompresor dan alat untuk menambal sebagai modal awal . Waktu itu sekali nambal hanya 1500 . Temannya itu hanya diwajibkan membayar 3000/hari . Oh ya harga kompresor waktu itu masih berkisar 100rb rupiah .

Usaha tambal ban Ibrahim pun dibuka dan langsung buka 5 cabang . Sehari dari usaha cabangnya , Ibrahim memetik pendapatan pasti sebesar 3000×5 = 15rb . Sebulan Ibrahim mendapat 30x15rb = 450000 . Sudah mendekati break even . Sementara dari usahanya sendiri , Ibrahim juga memetik keuntungan dengan rata rata ada 5 orang yang menambal serta puluhan yang hanya mengisi angin ban .

2 bulan berlalu dan Ibrahim sudah break even . Tinggal meraup keuntungan . Uang hasil keuntungannya tidak disimpan tapi diputar lagi dengan membuat 5 cabang lagi . Jadi Ibrahim kini sudah mempunyai 10 cabang usaha tambal ban .
Lama tidak bertemu Ibrahim karena saya pindah ke Jakarta . Dari teman yang mengenal Ibrahim ., ditahun 2008 , Ibrahim telah mempunyai link 125 usaha tambal ban yang tersebar di jogja dan jawa tengah .

Sistem Ibrahim sangatlah simple . Dia memberikan bantuan modal , sampai ongkos untuk membeli alat alat tambal ban lunas . Lalu Ibrahim membebaskan apakah tetap mau setor 3000 perhari atau tidak . Aneh bin ajaib , 95 % temannya mau tetap memberikan 3000/hari . Mungkin sebagai tanda terima kasih karena telah memberikan lapangan pekerjaan . Banyak temannya yang semula hanya usaha tambal ban kemudian meningkat menjadi bengkel motor .

Saat Ibrahim meninggal di tahun 2013 , alhamdulilah saya bisa takziah . Dia meninggalkan seorang istri dan satu anak . Teman temannya tetap sepakat untuk tetap menyetorkan pembagian keuntungan . Ada yang 3000/hari , ada yang 5000/rb ada pula yang 10rb/hari tergantung tahun usahanya .

Istri Ibrahim nampak berkaca kaca mendengarnya . Alasan mereka adalah untuk membantu anak Ibrahim yang masih berusia 8 tahun . Bayangkan saja misalkan dirata rata 3000x 175 = 525 rb/hari . Itu bila dihitung 3000/hari . Padahal ada yang 5000 rb /hari dan 10rb/hari .

Akhir cerita , saya yakin masih banyak Ibrahim Ibrahim lain di Indonesia ini . Yang 100 persen menolong orang tanpa pamrih . Mengangkat orang yang semula nganggur menjadi mempunyai usaha . Semoga saya dan pembaca dapat belajar dari kisah Ibrahim ini .

Share :

Baca Juga

Satwa Liar

Kera-kera Salju Jepang Yang Tampan dan Cantik Mempesona

Alam

Pamukkale, Kolam Penyembuhan Unik di Turki

Bisnis Online

Cara Mendapatkan Uang di Internet Paling Mudah Berjualan Blog
Bisnis Apa ya? Dengan Modal 5 Juta Saja

Bisnis Online

Bagaimana Cara Membeli Blog di Blogger Paling Aman?
Cara Mudah Membedakan Smartphone Asli Dan Supercopy

Automotive

Model Keren Renault Alpine A110 50

Travel

Panorama Wisata Pantai Selatan Ngliyep