Begini Cara Blogger Papan Atas Hadapi Serangan Haters

Beberapa wanita sukses tak luput dari “serangan” para haters (pembenci). Bukan hanya bagi mereka yang sukses menjalani profesi sesuai bidangnya saja tetapi juga sebagai ikon di dunia maya termasuk menjadi seorang blogger. Di dunia blogger, haters biasanya melampiaskan ketidaksenangannya melalui kolom komentar dengan menulis hujatan alias komentar spam.

Seperti diliput situs detik.com pada acara Clozette Indonesia, ada tiga penulis blog ternama yaitu seorang fashion blogger yang berbasis di Los Angeles bernama Heidi Nazarudin, seorang lagi blogger yang sekaligus merupakan pebisnis sepatu yaitu Diana Rikasari, dan seorang lagi wanita yang lebih dikenal sebagai “parenting blogger” yaitu Fifi Alvianto yang mana mereka berbagi cerita mengenai haters.

blogger-anti-haters
Foto: Twitter @BloggerBabesID

Ketiga blogger cewek tersebut mengaku pernah diserang oleh para haters yang menorehkan komentar sumbang atau yang mungkin bisa kita sebut sebagai “komentar spam tingkat tinggi” di blognya. Bahkan beberapa haters menurut Diana Rikasari pernah memberikan komentar berupa kata-kata yang kurang pantas dan menyakitkan hati.

Lalu apakah mereka marah dan lantas membalas komentar spam dari para haters tersebut?

Cara Diana Rikasari mengatasi gangguan haters

Diana Rikasari mengatakan bahwa ia biasa mengatasi haters dengan cara tidak membalas komentar tetapi lebih memilih menghapus komentar tersebut. “Kadang ada yang kata-katanya jahat banget sampai nyakitin hati tapi biasanya aku ignore saja,” tutur Diana pada saat berbincang dalam acara Clozette Indonesia di Hotel Intercontinental, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

Cara Heidi Nazarudin menghadapi serangan haters

Berbeda dengan blogger cewek ternama satunya lagi yang bernama Heidi Nazarudin yang juga dikenal sebagai pendiri komunitas “Blogger Babes Asia”. Heidi menuturkan bahwa ia hanya menganggap haters sebagai lelucon saja. Menurutnya, haters itu ada bukan karena mereka benci dengannya tetapi justru merasa tidak percaya dengan diri mereka masing-masing saat melihat orang lain lebih sukses.

“Ada orang yang bilang aku fashion blogger terburuk, mereka juga mengatakan tidak suka denganku, aku tidak peduli. Mereka hanya insecure dengan diri mereka sendiri terutama saat melihat traffic blogku tinggi, it’s fun,” ungkap Heidi pada saat diwawancarai wartawan.

Cara Fifi Alvianto mengatasi cemohan haters

Sementara itu blogger cewek satunya lagi, Fifi Alvianto, yang mana ia mengaku pernah mendapat komentar pedas ketika menulis artikel di blog miliknya yang mengulas tentang hijab. Beberapa komentar sumbang datang dari hijabers luar negeri yang merasa padu padan bahwa busananya tidak sesuai dengan syariat Islam karena mengikuti tren mode.

Cewek blogger yang telah menulis artikel di blog selama kurang lebih 9 tahun tersebut merasa perlu menjelaskan kepada hijabers yang mengkritik gaya busananya. Lantas Fifi pun memutuskan untuk membalas kritikan tersebut.

“Dulu zaman masih sering menulis blog “hijab-scarf” ada saja (haters), tapi dari luar Indonesia. Mereka yang komentar biasa pakai busananya konvensional yang hitam panjang, terus lihat hijabku kok tidak sesuai Islam. Karena ini membawa nama Indonesia jadi aku mencoba menjelaskan kalau ini tetap sesuai syariat Islam tapi tampilannya hanya dibuat lebih modern,” terang Fifi.

Jika anda adalah juga seorang blogger, maka dari ketiga “cewek blogger” papan atas tersebut bisa kita ambil pelajaran bagaimana cara terbaik bagi kita dalam menghadapi serangan haters di blog kita. Apakah anda akan mengabaikannya, atau anda melemparkannya ke folder spam, atau anda membalasnya dengan berkomentar spam pula? Pastikan cara anda adalah yang terbaik dan sesuai dengan situasi dan kondisi saat itu. Salam blogger.

Jangan lupa simak juga Fimela.com Gelar Fimelafest “Batik Blogger” Fashion Week 2015.

Bagikan:
6 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.