Aplikasi Adblock Di Mata Pemilik Website dan Pengguna Internet

Adblock adalah aplikasi pemblokir iklan di website. Beberapa pengguna internet memasang adblock di perangkat yang digunakan mengakses internet, misal: memasang di browser atau aplikasi di gadget, maka setiap kali mengunjungi situs web maupun youtube mereka tidak akan melihat iklan ppc seperti google adsense, tombol berbagi jejaring sosial, dll.

Jumlah pengguna adblock terus meningkat signifikan dari waktu ke waktu. Saat ini ada lebih dari 50 juta user memasang adblock di perangkat miliknya. Dampaknya adalah, pemilik situs web yang mendapatkan penghasilan dari iklan PPC akan merugi karena iklannya tidak bisa tampil di website. Sementara itu, pengguna internet “anti iklan” akan senang karena merasa tidak terganggu dengan adanya iklan.

adblock

Namun di sisi lain pengguna internet tidak akan menemukan informasi tambahan yang ada di iklan meskipun mereka sebenarnya seringkali memerlukan informasi dari iklan. Iklan tetap berguna bagi pengguna internet, bukan hanya berguna bagi pemilik situs saja.

Tanpa iklan, pemilik situs web tidak bisa menjalankan situsnya sehingga jumlah informasi yang ada di internet akan berkurang yang pada akhirnya akan merugikan pengguna internet itu sendiri.

Siapakah yang mencetuskan adblock?

Siapa lagi kalau bukan pengembang alias developer yang sedang menjalankan suatu “misi”. Dengan alasan “mengutamakan pengalaman pengguna internet” mereka menciptakan adblock, tetapi mereka tidak berpikir bagaimana dampak negatif adblock terhadap penyedia informasi di internet, yakni para pemilik situs. Pemilik situs akan dirugikan dengan adanya adblock, terutama yang berbasis ppc. Bahkan situs yang nyata-nyata mematuhi pedoman penempatan iklan terpaksa harus rela bekerja bakti menulis artikel tanpa diperbolehkan menampilkan iklan satupun di website.

Benarkah adblock berniat mengutamakan pengalaman penggguna?

Iya! Pengguna tidak akan melihat iklan apapun. Namun bukan itu saja. Disisi lain, pengembang akan mendapatkan keuntungan dari menciptakan adblock. Tidak mungkin mereka cari kerjaan tanpa ada keuntungan. Selain itu, tidak menutup kemungkinan ada “misi tertentu” dari pihak pengembang adblock terhadap pengelola aplikasi periklanan online di internet. Lantas terjadi perang software.

Adblock mencekal iklan secara membabi buta tanpa memilah-milah antara situs yang mematuhi kebijakan penempatan iklan dengan situs yang melanggar penempatan iklan. Semua iklan PPC akan disapu bersih. Meskipun adblock menyediakan beberapa opsi bagi penggunanya untuk menyisihkan situs-situs tertentu ke dalam daftar putih agar iklannya tidak terblokir, tapi opsi itu tidak efektif.

Mungkinkah semua pengguna internet yang “anti iklan” akan memasukkan lebih dari 2 juta publisher adsense ke dalam daftar putih? Sungguh itu suatu hal yang tidak mungkin. Mau tidak mau pemilik situs (terutama publisher adsense) akan menjadi korban adblock.

Pengguna internet membutuhkan informasi di situs, tapi mereka tidak butuh melihat iklannya. Itu namanya hanya mau enaknya sendiri. Pemilik situs disuruh kerja bakti menulis artikel setiap hari siang malam tetapi tidak diperbolehkan mendapat penghasilan dari iklan.

Cobalah anda simak AdBlock Detector saya di bawah ini.

adblock
Baru 2 jam menggunakan adblock detector, ehh sudah ada 5,56% iklan di blog ini diblokir sama adblock. Mungkin setahun lagi 50% pendapatan blogger dihapus oleh adblock.

Parahnya lagi, banyak pengembang lain yang ikut-ikutan menciptakan adblock-adblock baru untuk menghapus iklan PPC dari internet. Mereka seakan bilang seperti ini: “Hai publisher adsense, enyahlah kau dari internet 5 tahun lagi”.

Tapi bodohnya, adblock tidak bisa memblokir iklan flash banner yang seringkali dipasang secara berlebihan di website dan nyata-nyata mengganggu pengalaman pengguna internet.

Semoga segera lahir undang-undang peradilan baru di internet yang bisa dijadikan sebagai tempat berlindung serta mengadu terhadap keputusan sepihak yang dilakukan oleh para otoritas dunia maya. Jangan lupa simak juga Cara Mengatasi Aplikasi AdBlock di WordPress Dengan Plugin AdBlock Killer.

Bagikan:
35 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.