Apakah Tuhan itu Ada?

Tidak sedikit orang yang bertanya, apakah Tuhan itu ada? 99% yang mengatakan ada, biasanya tidak pernah melihat sendiri. Betul?

Tahunya Tuhan ada dari mana? Itu, bisa cari di Gramedia, banyak kok dijual. Biasanya gede-gede dan tebal-tebal. Alias dari katanya kitab suci yang ditulis oleh orang-orang yang hidupnya ribuan tahun yang lalu, yang wajahnya pun tidak kita tahu.

Sebagian orang memilih meyakini isi dari buku-buku itu, sebagian tidak. Bahkan yang biasanya sejak lahir sudah diajarkan sebuah keyakinan tertentu, saat remaja atau di saat tuanya bertanya-tanya, apakah Tuhan benar-benar ada? Tetapi tidak berani mempertanyakan. Karena takut dicap miring, dan sebagainya.

Tulisan ini bukan untuk mendeklarasikan, bahwa Tuhan ada atau tidak, melainkan untuk memberikan sedikit masukan bagi Anda yang sedang di persimpangan jalan.

Apa pun yang pada akhirnya Anda yakini, itu adalah hak Anda.

Dilema akan keberadaan Tuhan, dikarenakan wujudnya tidak pernah bisa dideteksi. Harap dicatat, wujud itu ada macam-macam, bisa penampakan, suara, rasa, dll. Jadi ketika saya bicara wujud, bukan semata bicara sesuatu yang tampak.

Perlu kita sadari apa pun di alam semesta yang kita sebut, ada, semuanya bisa ditangkap oleh panca indera:

  1. Mata – melihat cahaya atau bentuk
  2. Telinga – mendengar suara
  3. Hidung – mencium aroma
  4. Tangan/Kulit – meraba bentuk/ merasakan panas, dingin, sakit
  5. Lidah – mengecap rasa

Orang buta pun masih bisa mengetahui keberadaan sesuatu dengan 4 indera lainnya.

Namun bagaimana bila di alam semesta ada sesuatu yang tidak mampu dideteksi oleh panca indera. Para ilmuwan telah menyatakan, bahwa hal  semacam itu ada. Bahkan tidak ada alat apa pun di bumi yang bisa mendeteksinya. Mereka menyebutnya dark energy. Lalu bagaimana ilmuwan tahu akan keberadaannya?

Anda tidak bisa melihat angin, bukan? Tapi dari dedaunan yang bergerak Anda tahu angin itu ada. Demikian juga dengan dark energy. Tahukah Anda bahwa alam semesta ini mengembang? Dan mengembang dalam percepatan?

Bagi yang belajar fisika, tentu tahu, bahwa benda hanya bisa bertambah cepat, jika diberikan energy lagi dan lagi. Seperti bola, kalau Anda tendang dan tendang lagi, menggelindingnya akan semakin cepat.

Maka jika alam semesta ini mengembang dengan semakin cepat, berarti ada energi yang menyebabkan itu. Namun demikian saat ini, ilmuwan tidak bisa mendeteksinya dengan alat sensor apa pun. Mereka hanya bisa melihat dari perilaku alam semesta.

Jika di alam semesta ini sudah ditemukan sesuatu yang ada, tapi tak bisa dideteksi, mungkinkah sebenarnya masih ada zat, benda atau mungkin makhluk lain yang sebenarnya ada, hanya saja tidak bisa kita tangkap dengan alat maupun panca indera.

Kesimpulan

Dari fakta akan keberadaan dark energy ini, bisa kita simpulkan, sesuatu yang tidak bisa dideteksi dengan sensor atau panca indera, bukan berarti tidak ada.

Maka sebenarnya terbuka kemungkinan akan keberadaan entitas yang namanya Tuhan.

Bagikan:
Tags:
11 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.