Anglerfish, Monster Dasar Laut Atlantik

Anglerfish (Lophius piscatorius) – Ikan berwajah monster ini selalu tampak marah karena merasa hidup di habitat yang berada di kedalaman laut yang sangat tidak ramah. Ini merupakan hal yang wajar karena binatang paling jelek di planet bumi ini merasa kesepian tinggal di kedalaman laut paling mencekam di bagian paling bawah yang sangat pekat dan gelap gulita.

Anglerfish adalah hewan dari jenis ikan, status mangsa karnivora atau binatang pemakan daging, ukuran tubuh sekitar 8 inci (20 cm) sampai dengan 3,3 ft (1 m), berat tubuh mencapai 110 lbs (50 kg). Hewan ini hidup dalam kelompok yang disebut school atau sekolah.

Tahukah Anda? Anglerfish bisa menampilkan tubuh yang bersinar terang ternyata berkat bantuan jutaan bakteri bercahaya yang ada di tubuhnya.

Ada lebih dari 200 jenis anglerfish yang sebagian besar hidup di kedalaman hingga satu mil di bawah permukaan laut Atlantik dan lautan di daerah Antartika, meskipun beberapa dari mereka ada yang tinggal di perairan dangkal wilayah tropis. Umumnya mereka berwarna abu-abu gelap hingga kecoklatan, mereka memiliki kepala besar dengan mulut lebar berbentuk bulan sabit yang dipenuhi dengan gigi tajam (translucent teeth).

Beberapa pemancing terkadang bisa mendapatkan ikan sangat besar yang mencapai panjang 3,3 kaki (1 meter). Namun yang paling sering adalah mereka mendapatkan ikan lebih kecil yang ukurannya hanya kurang dari 1 kaki.

Penampilan yang paling khas hanya dimiliki oleh para betina, yaitu bagian dari tulang belakang yang melengkung dari punggung hingga di atas mulut mereka seperti tiang kail. Berujung dengan iming-iming daging bercahaya yang memang dirancang seperti umpan sehingga akan memancing mangsa untuk mendekat sehingga memudahkan anglerfish untuk menyambar. Mulut mereka sangat besar dengan tubuh yang begitu lentur sehingga membuatnya mampu menelan mangsa yang ukurannya mencapai dua kali lipat tubuh mereka sendiri.

Ikan jantan secara signifikan lebih kecil dari betina, tidak memiliki kebutuhan seperti adaptasi. Mereka terus menyusuri jurang yang luas untuk menemukan betina dan kemudian menjadi pasangan parasit yang permanen. Anglerfish muda berenang dengan leluasa yang akhirnya mempertemukan pejantan dan betina, kemudian mereka mengait pasangannya dengan giginya yang tajam.

Seiring waktu, pejantan secara fisik menempel ke betina menghubungkan kulitnya dan menyatukan aliran darah hingga kehilangan matanya serta semua organ internalnya kecuali alat reproduksi. Seekor betina biasanya membawa enam atau lebih pejantan di tubuhnya.

Bagikan:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.