Angin Topan Wutip Melanda Cina, Thailand, Vietnam, 74 Nelayan Hilang

Halo juragan… Taifun (Typhoon) atau angin badai topan besar kembali menyapu sebagian wilayah di Cina. Sebanyak 74 orang nelayan China hilang pada hari Senin setelah topan ganas menenggelamkan 3 kapal nelayan di Laut Cina Selatan. .

Kapal-kapal nelayan itu diterjang Topan Wutip pada hari Minggu saat mereka berlayar kencang dekat kepulauan Paracel, sekitar 330 km dari provinsi pulau Hainan, China, menurut kantor berita negara Xinhua.

Tim penyelamat berhasil menyelamatkan 14 korban. Kapal-kapal itu berlayar dari selatan provinsi Guangdong.

Credit: Reuters/Athit Perawongmetha

Kini Thailand dan Vietnam bersiap menanti hujan deras dan banjir Hujan badai diperkirakan akan mencapai Vietnam sehari kemudian, yaitu pada hari Senin dan selanjutnya akan memukul Thailand pada hari Selasa.

Pejabat Thailand memperingatkan bahwa hujan lebat dan banjir telah menerjang dan menggenangi daerah timur laut. Setidaknya 22 orang telah tewas dalam banjir tahun ini.

“Kami menganggap lebih banyak banjir,” Teerat Ratanasevi, seorang juru bicara pemerintah kepada wartawan, Senin. “Tentara telah diminta untuk membantu mengevakuasi warga yang terjebak di daerah banjir.”

Pihak berwenang di Vietnam tengah telah mengevakuasi anak-anak dan orang tua ke sekolah-sekolah dan bangunan yang lebih kuat lainnya menjelang badai.

Di provinsi tengah Quang Tri, diperkirakan 82.000 orang harus dievakuasi jika Topan Wutip membuat serangan langsung, kata pernyataan pemerintah.

Vietnam mengatakan hujan deras telah turun di beberapa provinsi-provinsi tengah, sementara banjir dan tanah longsor bisa menyerang wilayah lainnya akhir pekan ini.

Topan menghimpun kekuatan dari air laut yang hangat dan cenderung menghilang setelah melakukan pendaratan. Mereka sering melanda Taiwan, Jepang, Filipina, Hong Kong dan China selatan selama musim angin topan yang berlangsung dari awal musim panas hingga akhir musim gugur. [Reuter]

Bagikan:
17 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.