VPS Hosting MurahWebsite Ini Dalam Perlindungan Allah SWT

Tips Menulis Postingan yang Disukai Pembaca dan Google (PART 2)

Saya akan lanjutkan postingan kemarin yang belum selesai. Bagi Anda yang tertinggal, silakan baca di Tips Menulis Postingan yang Disukai Pembaca dan Google (PART 1).

5. Membuat bagian pendahuluan

Kita memasuki bagian kerangka postingan. Pasti Anda sudah tahu bahwa postingan mempunyai tiga bagian, yakni pendahuluan, isi, dan penutup. Ketiga bagian tersebut memiliki tujuan dan fungsi tersendiri.

Pendahuluan berfungsi untuk menginformasikan kepada pembaca apa saja yang akan disampaikan oleh penulis. Apa saja materinya, manfaatnya, dan mengapa pengunjung benar-benar harus melanjutkan membaca hingga pada bagian isi.

Oleh sebab itu, pendahuluan ini cukup penting.

Tulislah pendahuluan dengan singkat, cukup 150-200 kata saja, sebab kita tidak menaruh poin-poin penting pada bagian ini. Pada bagian pendahuluan, kita hanya diharuskan memancing pengunjung untuk melanjutkan membaca sampai pada bagian akhir. Istilah ini sering juga disebut sebagai copywriting.

Ini berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat pendahuluan yang baik:

  • Mengajukan pertanyaan.
  • Memperlihatkan kenyataan/fakta.
  • Menyajikan kutipan dari para pakar terkenal dalam bidang tertentu. Semacam quotes.
  • Membuat mereka berimajinasi. Contohnya: Bayangkan jika Anda mendapatkan 10 juta per bulan…

Salah satu teknik copywriting adalah sebagai berikut:

Perlihatkan masalah utama si pengunjung, dan beritahu bahwa mereka ada di postingan yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Sebagai contoh: Berat badan masih menjadi salah satu permasalahan banyak orang… Enggak perlu khawatir! Kini dengan berbagai cara ampuh Anda bisa menanganinya dalam waktu satu Minggu…

Ada banyak sebetulnya teknik-teknik menulis pendahuluan. Ada formula AIDA, PAS, dan sebagainya. Silakan Anda cari dan pahami sendiri.

6. Membuat bagian isi

Tips menulis bagian isi:

6.1. Ceritakan pengalaman pribadi atau seseorang yang relevan ke dalam postingan.

6.2. Buat postingan yang panjang, tetapi tidak bertele-tele

“Postingan yang panjang itu bagus, tapi postingan yang dipanjang-panjangkan itu tidak bagus” – Darmawan, pemilik website Panduanim.com. Oleh sebab itu, buatlah konten yang isinya panjang, tapi dengan kalimat sederhana dan tidak bertele-tele.

6.3. Gunakan konten-konten berikut sebagai pelengkap

Kalau ibaratnya kita mengonsumsi sayur bayam, alangkah tidak lengkapnya apabila tidak dicampur dengan garam, tentu rasanya kurang enak bukan?

Begitu juga dengan postingan, bila hanya diisi penuh dengan tulisan, rasanya agak membosankan.

Eiitss… sebelum itu, pastikan jangan tertukar ya:

  • Konten = Komponen yang ada dalam media tertentu untuk memberi nilai tambah.
  • Postingan = Terdapat pendahuluan, isi, dan penutup. Konten yang dimuat secara lengkap kepada pembaca. (Mohon koreksi bila salah.)

Intinya, konten itu ada di dalam suatu postingan. Nah, kalau postingan itu isinya berbagai konten.

Beberapa konten tambahan yang direkomendasikan ada di dalam postingan adalah:

  • Gambar
  • Video
  • Animasi
  • Tautan (inbound dan outbond)

6.4. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar

Hal ini hanya perlu dilakukan untuk beberapa niche tertentu, seperti pelajaran dan bisnis. Tujuannya agar terlihat lebih profesional. Selebihnya, boleh Anda lakukan, tapi boleh juga Anda abaikan.

Banyak masyarakat Indonesia yang sering keliru dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan ejaan yang tepat.

Beberapa diantara Anda mungkin terkejut, bahwa kata-kata bahasa Indonesia yang sesuai EYD adalah sebagai berikut:

  • Sontek, bukan contek.
  • Fondasi, bukan pondasi.
  • Kukuh, bukan kokoh.
  • Analisis, bukan analisa.
  • Sekadar, bukan sekedar.
  • Orisinal, bukan orisinil.
  • Hakikat, bukan hakekat.
  • Risiko, bukan resiko.
  • Mungkir, bukan pungkir.
  • Dan banyak lagi.

Di sini kalau Anda mau melihat lebih lengkapnya: Daftar kosakata yang sering salah dieja.

“Kenapa, kok kata-katanya bisa seperti itu. Padahal sepertinya saya dulu diajarkan menggunakan kata-kata resiko, contek, dsb?”

Salah satu faktornya adalah karena menteri pendidikannya berubah.

Menteri di Indonesia diganti, dan dari mereka ada yang mengganti kata-kata yang sebelumnya sudah dipakai di seluruh lapisan masyarakat.

Dan hal ini tidak menutup kemungkinan, apabila menterinya diganti lagi, maka kata-katanya pun ikut berubah.

Bahkan kesalahan penggunaan EYD juga kerap dialami oleh pemerintahannya sendiri.

Tapi tenang saja, Anda dapat mempelajari penggunaan EYD pada beberapa situs berikut:

  • KBBI.web.id, situs kamus Indonesia terlengkap yang selalu update.
  • Wikipedia.org.

7. Membuat bagian penutup

Nah, ini bagian yang paling mudah untuk dibuat. Anda cukup memberikan pertanyaan, pendapat, atau informasi tambahan kepada pembaca. Seperti Mbak Indri Lindiawati yang selalu mengakhiri postingan dengan memberikan tautan ke postingan lain (inbound link).

Tips: Dalam memberikan inbound link, jangan lupa untuk selalu memilih opsi Buka tautan di tab baru. Supaya durasi pengunjung dalam mebaca postingan Anda tidak tersedot dan bounce rate blog tidak melonjak.

Mungkin cukup itu saja yang bisa sampaikan, salam sukses untuk blogger yang ada di sini! Jangan lupa simak juga 5 Sumber Backlink Yang Bisa Dilakukan Blogger Pemula.

16 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *