VPS Hosting MurahWebsite Ini Dalam Perlindungan Allah SWT

Seram! Hantu Kemalaman (Buka pintu,…Buka Pintu,..)

Sebagaimana yang pernah saya jelaskan dalam komentar di blog mbak indri, bahwa saya ada keinginan untuk berbagi cerita tentang pengalaman unik yang tidak akan terlupakan hingga saat ini, dan bertepatan pengalaman tersebut terkait dengan makhluk ghaib. Mengapa harus di sini, Alasan satu-satunya karena Mbak Indri adalah sosok inspirasi dan teman yang sangat saya banggakan, bahkan istri saya sendiri pun mau bertemu langsung dengannya (mudah-mudahan la ya).

Masa kuliah merupakan masa suka dan duka yang sudah saya alami, akhir tahun 2004 akhirnya cita-cita saya untuk melanjutkan jenjang pendidikan di tingkat perguruan tinggi terwujud juga. Namun, teman-teman jangan menganggap bahwa persiapan saya untuk menjalani pendidikan tersebut sudah dibekali dengan segala fasilitas yang cukup, sebab hidup penuh ujian dan cobaan harus saya jalani saat itu.

penampakan hantu, penampakan setan, hantu seram, hantu mengerikan

Tinggal di hotel berbintang lima (Penjaga Masjid) adalah prioritas orang tua yang menuntun saya untuk menjadi orang yang mandiri dan menjadi hamba yang selalu bersyukur kepada Allah swt. Tinggal di rumah kontrakan atau tempat kost adalah impian belaka yang harus saya buang jauh-jauh (Mahal bro). Walaupun demikian, saya bersyukur menjadi Penjaga Masjid, sebab dari situlah saya terdidik menjadi orang yang selalu bersyukur dan setidaknya bisa mengajarkan orang untuk bersyukur.

Tepatnya tanggal 1 januari 2005 akhirnya saya berpindah tempat dari hotel berbintang 5 (masjid) ke hotel berbintang 5 lainnya (seperti musafir ya!) yang beralamat di Jl. Guru Medan Sumatera Utara. Singkat cerita, pada minggu pertama saya sangat senang berada di masjid itu dan tidak ada kecurigaan apapun alias aman, tentram, adem dan ayem.

Lalu apa masalah kalau ndak ada kejadian? Eitttt, sabar ya!
Tepatnya malam Minggu (minggu yang ke tiga) pukul 23.00 wib saya mendapat pemberitahuan untuk menghadiri acara takziyah (kemalangan) pada malam pertama tahlilan, maklumlah saya kan orang penting yang ditugaskan untuk membaca doa (Itulah salah satu manfaat jadi penjaga Masjid heehee). Pukul 10.00 WIB akhirnya acara selesai dan saya pun bergegas pulang ke hotel berbintang 5 bersama dengan tetangga masjid.

Permulaan
Itulah pertanda, namun saya kan belum tahu jika saya akan mengalami kejadian yang tidak saya duga. Tanda itu diawali dari tawaran tetangga saya untuk menyuruh anaknya menemani saya, dan dengan gagah saya pun menolaknya.

Tetangga: Ibrahim,..bapak panggil anak bapak ya untuk menemani ibrahim untuk malam ini
Saya: Wah,…ndak usah repot-repot pak
Tetangga: Kan ini sudah malam, biasanya kan setelah shalat isya kamu langsung tidur, sementara ini sudah jam tengah 12 malam, apa kamu berani?
Saya: Heehee, InsyaAllah pak (dalam hati: Hmmm, gua gitu lho, siapa sih yang berani ama gua, hantu,…)
Tetangga: ooo, ya udah, tapi kalau ada apa-apa, panggil aja bapak ya!
Saya: Iya pak,…

Tanda Awal
Tepatnya pukul 00.00 WIB saya menuju kamar dan merebahkan badan dengan sedikit rasa lelah karena tidur larut malam, tapi ndak masalah sebab malam minggu (hore besok libur kuliah). Namun, entah mengapa mata saya tidak ikut lelah juga. Akhirnya saya mengatur siasat yaitu dengan menghidupkan televisi dan membiarkannya hidup (kebiasaan saya jika ingin tidur selalu dimanjakan dengan acara televisi terlebih dahulu).

Tanda pun dimulai
Sayup-sayup mata mulai terasa, gambaran mimpi indah pun sudah mulai menyelimuti tidur saya sampai tiba-tiba saya harus rela tersentak karena mendengar pagar masjid berbunyi keras. Bunyi pagar yang baru sekali bunyi itu tidak saya hiraukan, sebab saya anggap itu hanya kucing atau apalah yang mencoba masuk.

Namun, untuk kedua kalinya pagar itu berbunyi lagi, saya pun tidak menghiraukannya, tapi selang 5 menit pagar berbunyi lagi dengan suara yang lebih keras. Sontak saya pun sedikit emosi dan langsung menuju ke TKP. Setelah saya periksa dari mana sumber suara, ternyata tidak ada apa-apa dan tidak ada seorang pun yang ada di situ, hmmm mungkin hanya kucing (dalam hati).

Saat saya masuk kembali ke dalam kamar, pagar itu berbunyi kembali dan saya pun langsung sigap sambil berlari menuju pagar dengan tujuan untuk mengetahui siapa dalangnya, dan ehhh ternyata tidak ada lagi. Tidak mau kejadian sama terulang, saya pun menunggu tepat di depan pagar, apakah ada orang yang iseng.

Hampir 15 menit saya menunggu tapi ndak ada kejadian apapun, bahkan suara jangkrik pun tidak kedengaran. Menyimpulkan tidak akan ada kejadian lagi, akhirnya saya kembali ke kamar. Saya pun langsung merebahkan badan dan langsung menutup mata untuk tidur, dan……..

Tandanya sudah Dekat ni !
Dan “Assalamualaikum”, saya langsung terkejut dan terduduk diam. Eitts nanti dulu ya, itu bunyi suara bel, tapi yang membuat saya terkejut adalah tombol bel nya terletak di luar pagar, tentu anda dan saya sama berpikirnya jika yang memencet bel itu adalah orang bukan hewan. (tapi saya ndak ambil pusing sambil bergumam dalam hati :siapa sih malam-malam begini yang mengganggu).

Nekat atau berani, entahlah, dengan penasaran saya pun menuju pagar dan harus rela kembali jika hal yang sama harus terjadi, tidak ada siapa-siapa. Hmmm, kembali lagi deh. Menuju kamar dan tidak pikir panjang langsung berniat tidur dengan tekad “apapun, siapapun, dan bagaimana pun” saya tidak akan mau lagi keluar dan terbangun (dah malam sekali bro).

Hantu nya Gondok
Tepatnya pukul 01.30 WIB bel bernyunyi dua kali secara berurutan, mau tidak mau saya harus bangun dan menuju pagar untuk yang kesekian kalinya, dan benar saja, tidak ada apa-apa. Tapi saat itu hati saya sudah ketakutan, tidak seperti biasanya, saya masuk ke kamar dengan emosi, namun beda untuk yang ini.

Saya masuk dengan perasaan merinding diselimuti rasa takut, hal itu terlihat dari gaya saya masuk ke kamar dengan cara berlariiiiiiii, tanpa basa-basi pintu saya tutup dengan kencangnya, mata saya tutupi dengan bantal dan badan saya selimuti dengan tilam (wah,.. ni gaya ketakutan tahun 2005). Dan,….dan…..

Inilah jadinya
Dum,..Dum,…Dum,… (bunyi suara pintu kamar yang dipukul). Seperti terhipnotis, saya langsung terduduk, darah seperti turun dari atas hingga ke bawah, bibir hendak mengucap Bismillah tapi hanya sampai pada kata Biss,..biss,.bisss. Sumpah, baru kali itu saya merasakan bagaimana rasanya ketakutan, kayak patung bro, ndak bisa apa-apa.

Tidak itu saja, dalam waktu kurang lebih 5 menit, bunyi suara berganti dengan suara “Buka pintu,..Buka Pintu,..(7 kali saya syah mendengar suara itu), suaranya seperti di dalam sebuah drum yang mengarah tepat ditelinga saya. Hitungan detik, setelah badan bisa bergerak dari rasa kaku karena terkejut tadi, saya pun langsung membalik 2 tilam dari tempat tidur saya dan menutupkannya ke seluruh tubuh, telinga saya sumbat dengan jari dan mata saya paksa terpejam seraya bibir dan hati mengucap “la ila ha illa Allah”, begitu terus hingga waktu menunjukkan pukul 4.30 WIB.

Singkatnya setelah shalat shubuh saya langsung menceritakan kejadian itu, dan memutuskan pindah dari masjid tersebut hari itu juga, padahal saya baru 3 minggu tinggal di masjid itu. Ya! Inilah pengalaman yang saya rasakan secara langsung, percaya atau tidak, sampai saat ini juga saya masih merasa kalau itu hanya mimpi, namun harus saya akui jika itu kenyataan dan tidak berharap untuk terulang kembali.

author

Penulis : Ibrahim Lubis M.Pd.I

Address : Belum terverifikasi

Facebook Ibrahim Lubis Mpdi

Twitter : Ibrahim MPdI

Google+ +Ibrahim M.Pd.I

Website www.terwujud.com

Ingin Berbagi Pengalaman Unik Anda di Internet? Kirimkan di Blog Juragan Cipir.

3 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.