VPS Hosting MurahWebsite Ini Dalam Perlindungan Allah SWT

Perjalanan Online Saya Menjadi Seorang Publisher Adsense

Halo juragan… Setiap blogger memiliki liku-liku perjalanan online yang berbeda-beda di dunia maya. Penyebab mereka menerjuni dunia blogger juga berbeda-beda. Setelah menjadi blogger, peranan mereka di internet juga berbeda-beda.Namun ada satu hal yang tidak berbeda. Yaitu, blogger adalah penyedia informasi nomor satu di internet. Jika tidak ada blogger maka tidak akan ada informasi di internet. Dunia maya akan sepi, karena sumber informasi terbesar di internet berasal dari para blogger.

Jangan pernah anda meremehkan jasa-jasa blogger di internet sebagai penyedia dan penyampai informasi.Berikut ini kisah perjalanan blogging saya yang mungkin anda ingin tahu. Siapa tahu hal ini bermanfaat bagi anda untuk diambil hikmahnya dengan melihat kisah saya (lebay.com). Mungkin bisa menambah wawasan yang berguna bagi kita semua dalam menentukan langkah-langkah terbaik di masa depan.

1. Belajar Membuat Website 
Pada awal tahun 2010, saya diajari cara membuat website oleh seorang sarjana IT yang juga pemilik sebuah server webhosting terbesar di Jawa Timur yang melayani hostingnya website sepakbola Arema Indonesia di kota Malang.

Saya dibuatkan sebuah subdomain dan diberi hosting gratis menggunakan nama saya yang menumpang di domain miliknya yang berjudul Supporter Indonesia. Dari situlah pertama kali saya bisa menulis di internet. Saya login dari komputer tempat saya bekerja sebagai karyawati di sebuah perusahaan.


2. Mengenal Google Adsense 
Beberapa bulan kemudian, tanpa sengaja saya membaca adsense di blognya Lisa Irby, yaitu http://www.blog.2createawebsite.com/. Siapa tak kenal Lisa Irby? Jutaan pakar adsense di dunia tahu siapa itu Lissa Irby. Seorang wanita USA berambut keriting yang sukses di adsense dengan earning lebih dari $70.00 monthly dari 3 blognya. 30 ribu visitor unik dan ratusan email datang kepadanya setiap hari. Disitu menerangkan perihal tentang adsense sampai gamblang.

Akhirnya saya tertarik dan berkomentar di blog tersebut. Masih kurang puas, saya menanyakan adsense ke Irby melalui facebook. Lantas saya diberi petunjuk tentang cara membuat blog untuk daftar adsense serta cara mengelola blog adsense melalui link-link yang dikirimkan Irby ke facebook saya.

Sejarah Saya Menjadi Publisher

1. Mencoba Daftar Adsense
Berbekal membaca artikel di adsense bantuan serta blognya Lisa Irby, saya mendaftarkan website saya ke adsense dengan domain tingkat atas dan selfhosting. Hasilnya, saya ditolak karena mengunakan artikel berbahasa Indonesia, sementara pada waktu itu bahasa Indonesia belum didukung. Beberapa minggu kemudian saya membeli domain dan hosting menggunakan uang saya sendiri untuk mendaftar adsense lagi.

Saya menulis artikel dengan bantuan google translate, namun ditolak lagi dengan alasan blog masih dalam pembangunan (under construction). Beberapa bulan kemudian saya mencoba mendaftar lagi, dan ditolak lagi dengan alasan lain. Begitu seterusnya. Sampai akhirnya saya kehabisan uang.

2. Membuat Blog Gratis
Tapi saya tidak menyerah. Pada awal tahun 2011 saya membaca sebuah blog Indonesia yang menerangkan cara membuat blog gratis dari blogger. Lalu saya langsung membuatnya dan sebuah blog cantik dengan domain blogspot menjadi milik saya.

Saya kemudian berpikir bagaimana jika mendaftar adsense dengan blog gratis. Saya langsung menulis artikel dengan bantuan google translate. Setelah jumlah artikel cukup langsung saya daftarkan ke adsense. Tetapi ditolak lagi oleh google dengan alasan jenis halaman (page-type). Google mengharuskan saya menggunakan domain tingkat atas.

3. Mencoba Indyarocks 
Berikutnya saya mendaftar melalui situs jejaring sosial di India yang bernama Indyarocks. Hasilnya, saya ditolak lagi oleh google adsense.

Berusaha Lebih Baik

1. Mencoba Membeli Artikel 
Akhirnya saya nekad membeli domain dan hosting lagi untuk membuat website dengan domain tingkat atas. Untuk mengisi artikel, saya menghubungi situs National Geographic di Amerika Serikat untuk membeli artikel bahasa Inggris, karena saya kesulitan berbahasa Inggris.

Namun, harga artikel di NatGeo minimal $125.00 untuk satu artikel (setara 1,25 juta/artikel). Akhirnya saya membatalkan order dan tidak jadi membeli karena tidak punya uang sebesar itu. Akhirnya website baru tersebut terlantar.

2. Belajar Ulang 
Suatu saat saya membaca ulang artikel Irby dengan cermat yang pernah dikirimkan di inbox FB saya. Disitu menerangkan bahwa; jika anda ingin diterima adsense maka tunjukkanlah kejujuran anda. Buatlah sekitar 15 artikel tentang apa yang paling kamu ketahui dan tulislah dengan tanganmu sendiri.

Saya langsung menulis buku harian tentang kehidupan saya sehari-hari di blogger, bukan di website berbayar tadi. Karena blogger lebih mudah bagi saya. Semua pikiran di kepala, saya masukkan ke dalam blog gratis. Dan saya menerjemahkan artikel-artikel saya tersebut dengan google translate, lalu saya edit lagi sebisanya.

Selain menulis diary, saya juga menulis artikel tentang hewan dan tumbuhan yang saya translate dari wikipedia bahasa Indonesia menjadi bahasa Inggris. Karena saya adalah seorang pecinta flora dan fauna. Saya memilih wikipedia karena berlisensi domain publik sehingga tidak melanggar kebijakan program adsense.

3. Bergabung di Wikipedia
Agar bisa belajar cara menulis yang baik dan benar, saya bergabung menjadi penulis di wikipedia. Di wikipedia saya mendapat banyak pelajaran berharga, terutama teknik dan gaya menulis profesional. Sejak tahun 2011 saya telah banyak menyunting artikel di wikipedia, mulai dari artikel bertopik desa dan kelurahan, alam, satwa, maupun artikel bertopik teknologi seperti adsense, seo, dan sejenisnya.

Kini saya menjadi pengguna terverifikasi di wikipedia. Artinya bisa menyunting dan mempublikasikan langsung konten yang semi dilindungi. Jika anda belum mengenal wikipedia silakan baca WIKIPEDIA ADALAH

.

Suka Duka di Internet

1. Dimaki-maki Orang 
Beberapa bulan kemudian, ada komentar anonim yang memaki-maki saya di kolom komentar. Dia mengatakan bahwa saya jangan menulis artikel bahasa Inggris jika tidak bisa berbahasa Inggris. Lalu saya jawab bahwa saya sedang belajar bahasa Inggris, jadi saya minta maaf jika ada kesalahan dalam tulisan saya.

Besoknya, dia berkomentar lagi dengan menunjukkan foto profilnya dengan menenteng seekor ular anaconda yang besar. Dia mengatakan bahwa artikel saya yang menerangkan tentang spesifikasi ular anaconda tidak benar.

Ternyata komentar anonim tersebut adalah seorang peneliti anaconda dari sebuah badan penelitian di Amerika Serikat. Dia memaki-maki saya dengan kata-kata kasar dan saya dikatakan menghambat kerja mereka.

Akhirnya saya menyadari bahwa foto anaconda yang saya pasang tersebut ternyata ular phyton, bukanlah anaconda. Saya memasang gambar ular makan kambing agar terlihat mantab, tetapi ternyata saya salah memilih gambar. Lalu saya mengganti foto anaconda dan memperbaiki lagi artikel tersebut sebisanya.

2. DiPuji Orang
Minggu berikutnya, sebuah website fanspage milik komunitas di Amerika Serikat yang berjudul “We love Indonesia Rainforest” memuji sebuah artikel saya. Mereka mempromosikan artikel saya yang berjudul Burung Cendrawasih di Indonesia (The birds of paradise in Indonesia). Dalam waktu singkat artikel tersebut memiliki ratusan “likes” dan sempat populer di kalangan pecinta satwa hutan hujan di luar negeri.

Kemudian saya memamerkan artikel tersebut ke google adsense dengan cara berkomentar di “adsense inside” dengan menautkan link aktif yang mengarah ke artikel tersebut di kolom komentar. Akhirnya jumlah likes di artikel tersebut bertambah semakin banyak.

Menjadi publisher Adsense

1. Mendapat Akun Adsense Otomatis 
Beberapa hari kemudian, saya mencoba mendaftar adsense lewat Indyarocks lagi. Hasilnya, indyarocks mengatakan bahwa saya telah memiliki akun google adsense, shingga pendaftaran tidak bisa dilanjut. Saya kaget dan heran, saya tidak pernah punya akun adsense, tapi kenapa indyarocks menuduh saya telah memiliki akun adsense.

Lalu saya memeriksa tab earning di dasbor blogger, saya melihat tiba-tiba ada sebuah laporan earning adsense muncul di dasbor blogger saya yang menunjukkan “Your Earning Today 0”. Saya tidak tahu kalau itu adalah halaman interface adsense.

Tapi anehnya saya mencoba memasang iklan adsense di sidebar postingan tidak bisa muncul, namun iklan adsense hanya tampil di halaman RSS Feeds saja. Lalu saya browsing di forum adsense google untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi di blog saya.

Akhirnya saya menemukan jawabannya. Ternyata saya telah memiliki akun adsense dengan sendirinya. Agar iklan adsense for content bisa muncul di blog saya, maka saya harus melengkapi data-data saya seperti layaknya orang mendaftar adsense. Saat itu juga saya langsung mengisi nama beserta alamat saya dan saya kirim ke google adsense.

Hasilnya, tepat 24 jam setelah data terkirim, pada tanggal 16 Mei 2011 saya mendapat balasan dari adsense. Isinya, saya resmi menjadi publisher google adsense.

Alhamdulillah! Perjuangan saya sekian lama untuk memperoleh akun adsense akhirnya terkabul. Ternyata saya telah memiliki akun adsense tanpa saya sadari, jadi saya hanya mengirimkan data-data diri saya saja agar bisa menampilkan iklan.

2. Pandangan Saya Tentang Adsense 
Saya memahami bahwa adsense merupakan peluang kerja bagi siapa saja yang ingin menjaring dolar recehan dari internet. Penghasilan publisher tidak dibatasi, tergantung bagaimana cara mereka mengoptimalkan situs dan iklan google. Banyak orang miskin menjadi kaya karena adsense.

Seorang publisher asal New Zealand bernama James Graham dikatakan oleh teman-temannya telah mengalami “hidup di dalam mimpi”. Karena dia merupakan orang yang hidupnya biasa-biasa saja, namun akhirnya menjadi orang kaya karena adsense. Akhirnya dia berpisah dengan teman-temannya setelah memutuskan untuk berhenti bekerja sebagai buruh di luar negeri, dan kini dia menjadi publisher adsense.

Oleh karena itu saya mencoba ikutan bergabung, siapa tahu bisa merubah nasib seperti mereka-mereka yang sukses (ngarep.com). Namun tidak sedikit juga orang yang frustasi karena adsense, dan saya takut menjadi frustasi seperti itu 😀

3. Sukses Ternyata Sulit 
Pada awalnya saya mengira bahwa menjadi publisher selama 3 bulan saja sudah bisa payout. Namun ternyata sukses itu tidak mudah! Karena adsense bukan pekerjaan instant, tetapi pekerjaan jangka panjang yang menuntut usaha serta kerja keras yang memakan waktu, pikiran dan materi. Tidak ada seorangpun publisher adsense yang meraih sukses dengan cara santai dan tanpa biaya, kecuali hanya ada di dalam dongeng.

Banyak publisher adsense yang hanya sekedar memiliki gelar publisher saja, tetapi tidak pernah bayaran. Ada yang pernah beberapa payout namun tidak sesuai dengan biaya serta waktu yang telah mereka korbankan. Contohnya empunya blog ini 🙂

Jutaan uang telah mereka keluarkan, serta bertahun-tahun mereka duduk di depan komputer dengan mengeluarkan pikiran ekstra. Utak atik otak, putar kiri dan putar kanan, cari info sana sini bagaimana cara menaikkan earning adsense. Namun, jangankan sukses, hasil dari adsense ternyata belum juga bisa mengembalikan biaya yang telah mereka keluarkan. Hal seperti ini banyak dialami oleh jutaan publisher adsense di dunia yang memahami adanya berlian dibalik google adsense.

Mendaftar adsense mungkin ada yang bilang mudah, tapi untuk sukses di adsense tidak bisa dibilang mudah. Sukses menuntut kerja keras dan rela berkorban waktu, pikiran, serta materi. Namun, hal-hal tersebut belum tentu menjamin anda sukses di adsense, karena banyak juga aral melintang jika anda tidak pandai dalam melangkah.

Rintangan Menjadi Publisher 

Berikut ini ada beberapa pelajaran dari saya selama 3 tahun menjadi publisher adsense yang mungkin bisa anda petik.

1. Situs DiBanned 
Pada tahun 2011 ketika pertama kali menjadi publisher, situs saya didisabled oleh google karena menayangkan iklan di bahasa yang tidak didukung dengan menggunakan GFC (google friend connect). Pada waktu itu bahasa Indonesia belum didukung oleh adsense, akhirnya saya tidak berani mengajukan banding karena takut akun adsense saya disembelih sekalian 🙂 Trafik yang saya peroleh dengan susah payah akhirnya percuma saja, karena dari segi income tidak bisa menghasilkan uang.

2. Situs DiHack 
Kemudian setelah blog saya dibanned, saya menulis artikel lagi di blog milik saya yang lama terparkir. Blog tersebut adalah blog kenangan yang menggunakan domain tingkat atas dengan self hosting. Ketika saya sedang senang-senangnya menulis artikel setiap hari dan saling blogwalking dengan sesama teman-teman blogger, nasib sial menimpa lagi.

Blog saya yang penuh kenangan tersebut diserang hacker. Trafik yang mulai merangkak akhirnya jatuh lagi karena saya harus menginstal ulang wordpress saya melalui cpanel. Tapi akhirnya saya menutup situs tersebut hingga sekarang. Entah sampai kapan saya akan menghidupkannya lagi.

3. Situs DiHack lagi
Berikutnya, pada tahun 2012, saya membeli domain dan hosting lagi di server lain. Saya memulai lagi menulis artikel secara manual setiap hari. Namun kali ini artikel saya tulis dalam bahasa Inggris menggunakan google translate, karena bahasa Indonesia belum didukung adsense waktu itu. Lalu saya memasang 2 unit iklan adsense di postingan.

Nasib sial menimpa lagi. Situs yang saya bangun dengan susah payah dihack lagi oleh seseorang tak dikenal. Entah kesalahan apa yang saya perbuat, padahal setiap membuat blog selalu saya isi dengan artikel orisinil karya saya sendiri. Akhirnya saya menutup lagi blog tersebut hingga sekarang.

4. Akun Adsense DiBanned 
Suatu saat saya merasakan betapa lelah menulis artikel seorang diri. Akhirnya masih di pertengahan tahun 2012, saya membuat blog lagi dengan top level domain dan hosting berbayar lagi di server saya pertama. Kali ini saya membuat situs sharing free articles.

Jadi selain saya juga menulis, pengguna/pembaca juga bisa menulis artikel di blog saya tersebut. Mereka bisa memasang link website miliknya di profil miliknya serta bisa menautkan beberapa link lainnya di postingan agar mendapatkan backlink. Siapa saja bisa signup untuk membuat akun sebagai author.

Ketika trafik mulai naik, akun saya diganggu orang lagi. Seseorang melakukan booming klik pada iklan saya sebanyak 700 klik hanya dalam beberapa detik. Dalam 24 jam akun adsense saya langsung dibanned secara permanen oleh google. Kerja keras saya selama bertahun-tahun dan belum membuahkan hasil dihancurkan oleh seseorang tanpa alasan.

Asal-usul Akun Adsense

1. Berdoa kepada Allah SWT
Ketika akun adsense saya dibanned, saya benar-benar teringat disaat 3 tahun yang lalu saya meminta akun adsense kepada Allah SWT siang dan malam. Setiap hari saya berdoa dalam hati maupun dalam ucapan kepadaNya agar diberikan akun adsense.

Saya sadar bahwa google adalah milik Allah, sedangkan manusia hanya dititipiNya saja. Akhirnya Allah memberikan isyaratNya melalui sebuah mimpi diantara sadar dan tidur pada sepertiga malam terakhir menjelang sholat subuh. Sebuah suara di dalam mimpi mengatakan bahwa saya telah lama diberi akun adsense olehNya.

Saya tersentak bangun oleh suara keras dan menggetarkan yang sepertinya keluar dari dalam lubuk hatiku sendiri, “Bukalah gmailmu, detik ini kamu diterima oleh google adsense!” Lantas pagi hari saya membuka gmail saya, disitu tertulis bahwa saya disetujui oleh google menjadi publishernya beberapa jam yang lalu bersamaan dengan waktu ketika bermimpi. Subhanallah! Demi Allah, maha benar Engkau!

Tapi mengapa akun adsense saya dibanned? Ya Allah, janganlah Engkau serahkan semua urusanku kepadaku, karena aku tidak akan mampu. Selamanya aku tetap menyerahkan segalanya urusanku padaMu dan apapun yang terjadi padaku tetap Alhamdulillah.

2. Akun Adsense DiAktifkan lagi 
Saya teringat pelajaran dari Lissa Irby, dimana dia juga pernah dibanned akun adsensenya oleh google. Dalam bermain adsense, utamakan kejujuran! Jangan sekali-kali mencoba tidak Jujur! Jika akun dibanned, katakan sejujurnya kepada google apa yang sebenarnya terjadi!

Lantas saya mengajukan banding ke google terkait akun adsense didisabled yang saya alami. Saya katakan dengan sejujurnya dan sejelas-jelasnya apa yang sedang terjadi. Namun saya tidak terlalu berharap akun saya diaktifkan lagi, mengingat biasanya banned adsense bersifat permanen.

Tetapi saya tidak meninggalkan blogging, karena ngeblog adalah hobby saya yang sebenarnya. “Blogging is a part of Me”. Hidup tanpa ngeblog rasanya seperti mulut dibungkam dengan lakban 🙂

Akhirnya, besoknya google mengirimkan surat melaui gmail ke saya yang isinya google mengaktifkan kembali akun adsense saya.

Ternyata Allah telah menunjukkan kepada google siapa yang benar dan siapa yang salah. Allah benar-benar membuktikan janjiNya kepada saya. Hanya dengan Kun Fayakun maka google tunduk kepada Allah. Allah benar-benar mendampingi saya siang malam dan terus menuntun perjuangan saya dalam mencari nafkah di jalan yang benar. Tanpa terasa saya meneteskan air mata karena Allah membuktikan kasih sayangNya kepada seorang hamba yang terus menerus memohon perlindungan.

3. Situs DiBanned lagi 
Ini merupakan pelanggaran terakhir yang terjadi lebih dari setahun lalu. Sebulan setelah akun adsense dibanned, sebuah blog saya yang paling tinggi trafiknya didisabled lagi karena melanggar pedoman webmaster google. Yang membuat sedih, blog itu adalah blog gratis pertama berisi buku harian yang saya miliki.

Dengan blog tersebut saya bisa belajar menulis di internet, bisa memiliki akun adsense serta memiliki penggemar dari dalam negeri dan luar negeri. Mayoritas trafik dan followers berasal dari luar negeri.

Tetapi saya menyadari bahwa saya telah bersalah meskipun hal itu tidak saya sengaja, karena saya belum banyak memahami pedoman mutu webmaster pada waktu itu. Dan saya tidak mengajukan banding sama sekali, meskipun besoknya google mengirim email meminta pendapat kepada saya tentang seberapa baik layanan daring mereka melalui sebuah vooting khusus bagi publisher.

Biarlah saya memulai dengan blog baru lagi, karena dari dulu saya telah terbiasa memulai dengan blog baru setiap kali gagal 🙂

Membuat blog Juragan Cipir – http://juragancipir.blogspot.com

1. Visi dan Misi blog Juragan Cipir

Pada tanggal 24 november 2012, saya memulai lagi membuat blog baru berjudul “Juragan Cipir” yang sekarang sedang anda baca ini, dengan posting pertama berjudul Cara Membuat Buku Harian di Internet serta menggunakan gaya bahasa yang khas, yaitu, “Halo juragan…” Yaa,,, semua postingan di blog ini pasti diawali dengan Halo juragan…

Awalnya, blog ini hanya saya gunakan sebagai penyimpan unit iklan adsense cadangan, tidak untuk optimasi earning. Karena saya memutuskan untuk berhenti menjadi publisher dalam jangka panjang, sebab saya sudah tidak memiliki laptop dan koneksi internet lagi. Dalam hati berkata bahwa suatu saat nanti saya akan memulai lagi dengan adsense jika sudah tiba saatnya.

Berdasarkan TOS adsense, google akan menonaktifkan akun adsense yang tidak aktif. Karena itulah saya membuat blog ini hanya untuk menyimpan 1 unit iklan saja agar akun adsense saya tidak dinonaktifkan oleh google. Maka, setelah ada sekitar 10 posting bertema campuran (gado-gado) dan 1 unit iklan adsense di blog ini, saya menutup komputer dan berhenti menjadi blogger.

2. Pergi ke Jawa Tengah
Selama sekitar 6 bulan saya menemani suami pergi ke Jawa Tengah yang bekerja sebagai enginer di sebuah proyek pertambangan batu putih (Limstone) di atas gunung. Tepatnya di perbatasan Rembang dan Tuban. Disana saya menikmati kehidupan baru khas masyarakat Jawa Tengah yang sangat ramah. Selama 6 bulan saya tidak pernah menyentuh internet.

3. Kembali ke Jawa Timur
Setelah 6 bulan hidup di Jawa Tengah, lalu saya kembali ke Malang – Jawa Timur dan mencoba login di blogger. Saya melihat ada beberapa komentar di blog ini, namun tidak saya jawab karena saya sedang berhenti menjadi blogger. Akun adsense menunjukkan earning nol besar selama 6 bulan. Menjadi publisher lebih dari 3 tahun, tetapi hanya baru sekali pernah merasakan manisnya payout 😀

Menjadi Blogger lagi
Suatu saat ada seorang pengunjung yang bertanya di blog ini, dan pertanyaan pengunjung tersebut benar-benar membutuhkan jawaban.

Akhirnya dari sinilah hati saya terpanggil untuk menjawab komentar tersebut. Padahal sebenarnya saya ingin membuat gaya khas pada blog ini, yaitu tidak akan menjawab komentar siapapun. Tetapi ternyata hati saya tidak mau melakukan seperti itu. Komentar pembaca adalah tamu yang harus dihormati.

Kemudian saya membeli komputer bekas (windows xp) seharga 1,5 juta rupiah yang sekarang saya pakai ini. Dengan koneksi internet yang lemot saya mencoba update sebuah artikel baru, dan ada seseorang yang berkomentar. Besoknya saya update lagi dan ada yang berkomentar lagi. Akhirnya setiap hari saya update terus menerus jadinya. Jika tidak ada yang berkomentar maka saya komentari sendiri 🙂

ini di pure pantai balekambang

Kini saya memiliki 14 blog dan semuanya blog gratis, namun hanya 3 blog saja yang ada iklan adsensenya. Saat ini perjalanan online saya lebih banyak berlabuh di blog ini, meskipun awalnya blog ini hanya sebagai blog penyimpan iklan cadangan.

Ada satu hal dalam prinsip saya sebagai blogger, yaitu ingin berbagi informasi yang sebaik-baiknya dan bermanfaat bagi pembaca. Tidak ada sesuatu yang indah dalam blogging jika tidak bermanfaat bagi pembaca. Begitulah.

Tags:
Artikel ini terkait dengan penelusuran google
Kisah seorang blogger Indonesia
Kisah seorang publisher adsense Indonesia

343 Comments
      • ryandark
  1. ryandark
  2. Risman Aji Darmawan
  3. winda

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *