VPS Hosting MurahWebsite Ini Dalam Perlindungan Allah SWT

Menjawab Kekhawatiran Menurunnya Pendapatan Publisher Adsense

Sungguh menarik , dimana tahun 2016 digadang-gadang sebagai masa keemasan publisher justru menjadi masa yang sangat memprihatinkan . Terlebih lagi bagi mereka publisher dengan fokus konten berbahasa indonesia . Kebanyakan diantara mereka mengaku memiliki penghasilan yang sangat rendah . Mungkinkah ini dampak dari semakin banyaknya publisher yang bergabung sedangkan jumlah pengiklan yang masuk sangat sedikit ?.

Oya, jangan lupa simak juga Wow! Warna Template Mempengaruhi Penghasilan Blog Anda.

publisher-adsense

Yang perlu kita sadari bahwa pendapatan publisher ditentukan oleh PENGIKLAN bukan Google. Ingat , nilai CPC ditentukan oleh banyak faktor . Salah satunya adalah persaingan para pengiklan . Jika sebuah kata kunci iklan tidak memiliki persaingan yang besar , otomatis nilai CPC akan sangat kecil . Menurut saya , inilah yang terjadi dalam ekosistem periklanan adsense indonesia .

Mari Kita Bantu Google Cari Advertiser Bukan Publisher

Saya heran , dimana banyak blog di indonesia fokus mengulas artikel yang dituju hanya kepada publisher dan calon publiher . Padahal , ada banyak sekali UMKM di Indonesia yang belum mendapatkan sosialisasi dari manfaat periklanan digital . Hal inilah yang menjadi sisi negatif yang justru menjadi bom waktu bagi publisher .

Saat CPC kecil , saya melihat ada banyak Publisher yang protes . Saya lantas berpikir , apakah mereka tidak mengerti bagaimana model bisnis periklanan ? . Hei , koran dan televisi adalah media yang memiliki ketergantungan terhadap pengiklan . Apakah mereka semua selalu mendapatkan keuntungan yang besar ? . Tidak , ada banyak media yang melaporkan kerugian akibat jumlah pengiklan yang masuk sangat kecil . Mungkin anda juga telah melihat perusahaan media cetak yang gulung tikar di kota anda . Simak juga Blog Kamu Punya Penghasilan 5 Juta Keatas? Ayo Lakukan Hal Ini.

Hal ini bisa saja terjadi pada kita sebagai pemilik media online yang menggantungkan nasib kepada pengiklan . Jika setiap tahunnya minat pengiklan semakin kecil , maka terimalah kenyataan tersebut . Mungkin setelah itu anda akan merasakan CPC Adsense setara dengan program periklanan lainnya seperti Kliksaya , Adsensecamp , dan lain-lain .

Disini saya tidak mengatakan kepada anda pemilik blog untuk menghentikan update artikel yang memancing orang lain tertarik bergabung menjadi publisher . Sebagai sesama publisher , tentu hal ini sangat positif . Mengingat berbagi ilmu adalah tindakan yang mulia . Namun , kita harus paham betul darimana sumber dana tersebut masuk . Oleh sebab itu , kita sebaiknya mengubah arus . Mensosialisasikan kepada UMKM atas menfaat beriklan di Google Adwords menjadi salah satu strategi yang bisa kita lakukan agar ekosistem periklanan tetap terjaga .

Ekosistem Periklanan Google Seperti Rantai Makanan

Untuk memahami dengan baik bagaimana ekosistem periklanan Google , maka saya akan mengambil contoh rantai makanan yang pernah kita pelajari sewaktu masih duduk di bangku sekolah dasar . Masih ingatkan anda tentang Padi , Tikus , dan Ular ? . Nah , mari kita anggap bahwa Advertiser adalah Padi , Tikus adalah Google , dan ular adalah Publisher .

rantai-makanan

Jika jumlah padi semakin sedikit , maka tikus akan sulit bertahan hidup . Sehingga jumlah mereka juga akan semakin sedikit . Jika jumlah tikus semakin sedikit , maka ular akan sulit mendapatkan makanan . Sehingga mereka juga akan mengalami kesulitan untuk bertahan hidup . Lantas , mana yang harus kita selamatkan terlebih dahulu diantara ketiga rantai makanan tersebut ?.

Selain itu , ada banyak publisher yang nakal memicu kepercayaan advertiser untuk memasangkan iklannya di Google semakin rendah . Hal ini yang sebenarnya menjadi alasan kenapa ada pesan “Untuk Menjaga Ekosistem Periklanan Kami” saat Google memberikan Banned kepada Publihser yang nakal. Tentu hal ini wajar , mengingat Google memperhatikan dengan baik aspek jangka panjang terhadap bisnis yang mereka jalankan.

Lantas , apakah kita masih menyalahkan Google dengan menurunnya nilai iklan ? . Mungkin anda bertanya balik kepada saya bahwa di luar negeri nilai iklannya sangat besar , kenapa di Indonesi sangat kecil ? . Eh bro , di luar negeri hampir seluruh bisnis disana sudah beralih ke digital . Sedangkan indonesia , masih masuk pada masa transisi . Masih ingat gak kasus supir taxi yang memprotes adanya jasa transportasi online? . Hal ini menunjukkan bahwa kita belum bisa menerima sepenuhnya bahwa bisnis sudah beralih ke Digital . Inilah tugas kita sebagai Blogger untuk mensosialisasikan hal tersebut kepada semua orang .

Lupakan Uang , Fokuslah Memberikan Manfaat Kepada Semua Orang

Jangan terlalu ambil pusing atas menurunnya nilai iklan yang anda miliki . Toh , rezeki sudah diatur oleh sang Illahi . Ada baiknya kini kita fokus untuk membuat artikel yang berkualitas dengan sepenuh hati dan memberikan manfaat kepada banyak orang dengan ilmu-ilmu yang kita miliki . Jangan terlalu fokus mencari uang , karena uang tidak bisa membeli kebahagian .

love-money

Jujur saja , saya juga sempat resah mengingat pendapatan adsense milik saya turun sejak November 2015 . Padahal , pengunjung yang saya miliki setiap bulannya mengalami peningkatan . Namun kita harus sadar untuk lebih bersabar . Yakin , semua akan indah pada waktunya . Tetap semangat ! Jangan lupa ketahui juga Berapa Lama Waktu Yang Dibutuhkan Untuk Membuat Blog Besar?

19 Comments
    • Syafii Nasution
  1. Syafii Nasution

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.