VPS Hosting MurahWebsite Ini Dalam Perlindungan Allah SWT

Memanjakan Mata di Riam Bananggar Sang Niagaranya Borneo

Memanjakan Mata di Riam Bananggar Sang Niagaranya Borneo. Siapa yang tidak tahu tentang Air Terjun Niagara yang telah menjadi pusat destinasi wisata Air Terjun terlebar di dunia. Terkenal dengan segala keindahannya, air terjun Niagara terletak di Benua Amerika, tepatnya di antara Provinsi Ontario (Kanada) dan negara bagian Amerika Serikat yaitu New York.

Air terjun yang berada di patahan sungai Niagara ini memilki ketinggian sekitar 51 meter, walaupun tidak terlalu tinggi, namun Air terjun Niagara seakan telah menghipnotis para pengunjung sehingga menjadi pusat pendapatan bagi kedua negara tersebut.

riam-mananggar
Riam Bananggar (www.imgrum.net)

Namun tahukah anda, di negara kita tercinta terdapat sebuah air terjun yang hampir menyerupai air terjun Niagara, namun dalam versi yang sedikit lebih kecil. Air terjun ini berada di provinsi Kalimantan Barat alias west Borneo, tepatnya berada di Dusun tauk, Desa Serimbo, Kecamatan Air besar, Kabupaten Landak.

Air terjun ini dikenal masyarakat setempat dengan nama Riam Bananggar, namun ada pula beberapa orang yang menyebutnya dengan sebutan Riam Bangangar atau Riam Mananggar. Mengapa malah disebut riam bukan air terjun?

Pertanyaan yang sangat simple namun lumayan sulit dicerna. Alasannya logisnya karena disekitaran air terjun Bananggar atau Mananggar ini terdapat riam atau jeram yang memiliki arus yang sangat deras ditambah bebatuan disekitar aliran sungai yang semakin menambah ke-eksotisan Air terjun tersebut.

Alasan ilmiahnya, air yang jatuh  dalam jumlah besar secara terus menerus dari ketinggian suatu pegunungan disebut dengan sebutan air terjun, sedangkan air yang jatuh dari aliran sungai yang memiliki ketinggian dasar sungai yang berbeda dan lumayan tinggi disebut  dengan Riam. Tapi demi penyebutan yang lebih mudah, saya pribadi menyebutnya dengan sebutan Air Terjun Bananggar atau Mananggar, karena kebanyakan orang belum tau apa perbedaan Air terjun dan Riam.

Air terjun Bananggar memiliki ketinggian sekitar 40 meter, sedikit lebih rendah dari sang seniornya Niagara. Tetapi keindahan dari Air Terjun Bananggar ini tidak akan membuat anda kecewa bila mengunjunginya.

Bagaimana Cara Mengunjungi Riam Bananggar atau Riam Mananggar ini? 

Bila ada yang ingin mengunjungi Air Terjun Bananggar dapat ditempuh dari jalur darat menggunakan sepeda motor ataupun kendaraan roda empat, namun bila tidak ingin berjalan kaki, saya sarankan agar alangkah baiknya menggunakan sepeda motor saja, karena jalur masuk dari dusun tauk yang berjarak sekitar 7 km dari air terjun memiliki jalur yang hanya dapat ditempuh menggunakan sepeda motor.

Namun bila ada yang ingin menggunakan kendaraan roda empat dapat menempuh jalur yang sedikit lebih jauh, kondisi jalannya pun masih sangat rusak layaknya jalan proyek yang tentu saja dapat menambah lama waktu di perjalanan anda.

Bila ditempuh dari Pontianak, anda dapat menempuh jalur trans kalimantan dari Pontianak menuju Ngabang dengan jarak tempuh waktu normal sekitar 3 – 4 jam. Dari Ngabang anda harus melanjutkan perjalan darat sekitar 2 jam menuju Desa Serimbo, untuk kondisi jalan menuju serimbo sudah sangat bagus, jadi anda tidak perlu khawatir.

Di sekitar perjalanan menuju Serimbo anda akan disuguhi pemandangan dan udara yang sungguh asri dengan perbukitan dan hamparan sawah serta nampak samar – samar air terjun lainnya di kejauhan, sungguh sangat menggiurkan mata bukan?

Dan air terjun yang nampak di kejauhan tersebut tentunya masih sangat jarang tersentuh oleh manusia, bahkan di antaranya ada yang masih sangat perawan dan belum pernah dilewati manusia karena belum adanya akses masuk ke daerah tersebut alias masih di tengah hutan rimba kalimantan.

Perjalanan belum berhenti sampai disini, untuk sampai ke daerah air terjun Bananggar, anda harus melanjutkan perjalan lagi dari Serimbo menuju dusun Tauk yang berjarak sekitar 11 km dengan trek jalan yang lumayan menguras tenaga karena kondisi fisiknya yang masih berupa hamparan pasir dan bebatuan kasar, namun bagi orang – orang yang biasa melewati jalan seperti itu, hal tersebut bukanlah halangan yang berarti.

Namun saya sarankan saat menuju dusun tauk, bawalah seorang teman yang tau daerah disana, karena jalan menuju dusun tauk lumayan memiliki persimpangan yang dapat membuat anda bingung. Setelah sampai didusun tauk, carilah rumah kepala dusun untuk memberikan daftar nama – nama anggota yang ikut menuju Riam Bananggar, dengan maksud untuk meminta izin.

Setelah memberikan nama – nama anggota yang ikut anda dapat melanjutkan perjalanan menuju pusat air terjun dengan melewati rute jalan cor yang memili lebar sekitar 1 meter, waktu tempuh normal sekitar setengah jam. Perlu di ingat pula, di rute menuju pusat air terjun dari dusun tauk terdapat sebuah trek berbukit yang cukup curam dengan tekstur tanah kuning yang sangat licin di kala hujan.

Namun anda tidak perlu khawatir saat waktu terik panas. Oleh karena itu, saya sarankan agar anda tidak menggunakan motor matic dan semacamnya. Bila kebetulan saat anda sampai di dusun tauk cuaca tidak mendukung alias hujan, anda wajib menunggu hingga reda, saat hujan telah reda dan berhenti, berilah jeda sekitar 1 – 2 jam sampai anda melanjutkan perjalan, dengan maksud agar jalanan trek berbukit yang memiliki tekstur tanah kuning dapat dilewati dengan mudah.

Di dusun tauk terdapat sebuah aula kantor dusun yang dapat digunakan untuk beristiahat ataupun bermalam. Letak aula tersebut tepat di depan rumah pak kepala dusun. Bila anda ingin menggunakan aula kantor dusun tersebut mintalah izin kepala kepala dusun, dan berikanlah biaya sewa seikhlasnya, karena pak kepala dusun tidak pernah mematok tarif untuk orag – orang yang ingin menginap di sana.

Setelah sampai di Air Terjun parkirlah motor anda di tempat yang sudah disediakan. Dan bangunlah tenda sesegera mungkin disekitaran Riam. Bagilah tugas dengan anggota anda untuk memasak, mencari kayu bakar, membuat tungku, membuat jemuran, dan lain – lain.

Saat anda ingin beranjak pulang pastikan kondisi cuaca meyakinkan dan jangan lupa untuk berpamitan kepada pak kepala dusun saat sampai di dusun tauk.

Itulah tadi beberapa ulasan tentang Memanjakan Mata di Riam Bananggar Sang Niagaranya Borneo. Tulisan ini saya tulis sebenar – benarnya atas dasar pengalaman pribadi saat saya bersama teman – teman pergi menuju Riam Bananggar atau riam mananggar ini pada akhir tahun 2015 kemarin. Bila ada yang kurang jelas dapat bertanya di kolom komentar, akhir kata saya ucapkan terima kasih, semoga artikel ini dapat bermanfaat. Wassalam !!

13 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *