VPS Hosting MurahWebsite Ini Dalam Perlindungan Allah SWT

Ini Dia, Hantu yang Tak Ditakuti

Bicara hantu, pasti yang terbayang adalah hal-hal yang menyeramkan. Rambut panjang, wajah seram. Mata bolong dan bertaring. Ya, bayangan seram seperti itulah yang langsung mampir diotak kalau lagi ngobrolin hantu.

Apalagi yang diobrolkan tentang kuntilanak. Waduh, mungkin ini sejenis hantu yang masuk daftar hantu terseram versi Indonesia. Lho kok hanya Indonesia. Ya Indonesialah. Di Cina mana ada kuntilanak, apalagi di Amerika atau Rusia. Di sana adanya vampir, zombie dan drakula.

Banyak yang takut hantu. Banyak pula yang tak takut hantu. Ada yang percaya hantu, tapi bejibun pula yang tak percaya adanya hantu. Yang pasti soal hantu tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Lihat saja film-film bertema hantu atau horor, jumlahnya bejibun. Bahkan, banyak film horor yang sukses jadi film box office. Ini membuktikan hantu memang jadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia.

Ilustrasi hantu

Suzanna, adalah salah satu artis yang paling fenomenal dalam dunia film perhantuan. Perannya yang paling tenar adalah saat memerankan kuntilanak. Adegan memakan sate, dengan punggung bolong adalah adegan yang paling terkenal dari Suzanna.

Tapi ternyata di Indonesia, ada hantu yag tidak ditakuti. Bahkan jadi bahan becanda. Tentang ini, saya punya kisahnya. Dan, ini bukan fiksi, cerita boong. Namun ini kisah nyata saat saya masih tinggal di kampung kelahiran saya, sebuah desa di ujung timur Kabupaten Kuningan. Bagi yang belum tahu Kuningan, ini adalah salah satu kabupaten yang ada di provinsi Jawa Barat. Letaknya dekat dengan Cirebon dan Ciamis. Jadi bukan Kuningan yang ada di Jakarta yah…

Saat saya remaja, salah satu kebiasaan saya adalah begadang, terutama kalau sudah tiba malam libur sekolah. Biasanya gigitaran bareng. Atau kalau ada hiburan layar tancap, ya nonton bareng.

Nah, di kampung saya ini, ada beberapa lokasi yang dianggap angker. Maksudnya angker, karena dianggap ada penunggunya. Tentu penunggunya bukan manusia, tapi makhluk gaib yang sering disebut hantu atau siluman. Pohon tangkil, atau pohon melinjo, adalah pohon yang dipercayai orang-orang di kampung saya sebagai tempat bersemayamnya hantu-hantu itu.

Makin gede pohon tangkil atau melinjo itu, makin dianggap angker. Pohon lainnya yang juga dianggap angker, tempat atau rumah tinggal hantu adalah pohon sawo dan kelapa yang batang pohonya melengkung. Di dua pohon itu, kuntilanak dipercaya sering hinggap.

Kembali ke pohon melinjo. Di kampung saya, ada sebuah pohon melinjo yang dianggap angker. Pohonnya besar. Tinggi. Pohon ini ada dekat rumah teman saya. Letaknya di belakang rumah. Pohon melinjo ini sering dilewati, karena didekatnya ada jalan pintas yang kerap dijadikan perlintasan warga.

Saya sering melintas dekat pohon melinjo itu. Bahkan kalau malam. Dan memang sebelumnya sudah ada cerita-cerita seram banyak warga yang diganggu penunggu pohon melinjo itu kala melintas. Penunggunya dikenal dengan sebutan memedi. Ini sejenis makhluk gaib yang suka usil. Bentuk keusilannya, suka melempar pasir atau butiran kerikil kepada orang-orang yang melintas dekat tempatnya tinggal.

Ternyata cerita itu bukan isapan jempol. Saya juga beberapa kali mengalami itu. Pernah satu ketika, saat sudah malam, saya dan beberapa teman lewat dekat pohon melinjo itu. Tiba-tiba, dari udara, saya dan teman-teman yang lagi asyik berjalan disiram guyuran pasir.

Tentu awalnya kaget. Tapi, ada salah satu teman saya tiba-tiba berteriak setengah menantang. ” Ayo lempar lagi, lempar lagi,” katanya. Tentu dalam bahasa Sunda ya bro, bahasa kesaharian kami di kampung.

Ternyata di tantang seperti itu, si memedi meladeninya. Dari arah pohon melinjo kembali ada lemparan pasir. Tak mau kalah, sambil setengah berlari, kawan saya itu kembali menantang minta dilempar lagi. Tiga kali, kami dilempari butiran pasir.

Dan ternyata kejadian itu tak membuat kami takut. Walau deg degan juga. Tiap kali, setiap mau melewati pohon itu kalau malam hari, kami sudah siap-siap. Begitu sudah dekat, langsung berteriak bareng, ayo lempar-lempar. Entah keki atau dongkol, si memedi kadang hanya satu kali melempar. Di tantang kedua kali, tak ada lemparan lagi. Sepertinya si memedi frustasi, niatnya usil dan mau menakuti ternyata tak mempan juga. Makanya, jangan suka usil. Hantu dan manusia, jangan saling ganggu. Damai saja. Piss…

Tapi kalau ditanya seperti apa rupanya? Apakah menakutkan atau tidak? Terus terang saya belum pernah melihat langsung seperti apa wujudnya. Yang ada hanya keusilannya saja, melempari orang lewat dengan pasir. Jadi, gambar yang saya pakai hanya ilustrasi saja. Kalau yang di gambar ilustrasi, menyeramkan memang. Ya, mungkin saya akan lari terbirit-birit jika si memedi itu wujudnya seperti itu. Tak beranilah menantang-nantang doi he.he.he

Jangan lupa simak juga Cerita Paling Menyeramkan di Asia Tenggara.

7 Comments

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *