6 Fakta Tentang Agus Harimurti Yudhoyono

15 Februari 2017 nanti, warga Jakarta yang sudah punya hak pilih akan memilih calon gubernur dan wakil gubernurnya. Ada tiga pasangan calon yang sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta. Ketiga pasangan calon itu adalah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylvia Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Yang sedikit mengejutkan dan menyita perhatian publik, adalah Agus Harimurti. Siapa Agus Harimurti. Simak 6 fakta menarik tentang Agus Harimurti.

agus-harimurti
Agus Hari Murti Yudhoyono, foto by okezone.com

1. Peraih Adhi Makayasa dan lulusan sekolah tenar 

Agus adalah seorang tentara. Ia lulusan Akademi Militer. Agus lulus dari Akademi Militer pada tahun 2000. Ia juga tercatat sebagai lulusan terbaik Akmil. Agus merupakan peraih Adhi Makayasa, penghargaan bagi lulusan terbaik Akmil.

Agus memang terkenal tentara berotak encer. Buktinya, sejak tingkat I di Akmil, Agus selalu yang terbaik. Pada saat masih tingkat I dan II, Agus meraih penghargaan Tri Sakti Wiratama, penghargaan terbaik bagi siswa Akmil di setiap tingkatan. Tidak hanya itu, saat masih bersekolah di SMU Taruna Nusantara, Agus juga punya segudang prestasi. Di sekolah itu, Agus pernah jadi Ketua OSIS. Dan saat lulus pada 1997, Agus dapat medali Garuda Trisakti Tarunatama Emas, penghargaan bagi lulusan terbaik SMU Taruna Nusantara.

Agus juga, tentara dengan sederet gelar akademis. Ia pernah kuliah di Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapura dan dapat gelar Master of Science in Strategic Studies. Agus juga lulusan Universitas Harvard. Di perguruan tinggi ternama Amerika tersebut Agus meraih gelar Master in Public Administration.

2. Mencetak Sejarah, Mayor pertama yang jadi Cagub

Sebelum jadi calon gubernur, Agus adalah seorang tentara. Pangkat terakhirnya adalah Mayor. Tapi karena maju ke pemilihan, Agus harus pensiun dini. Aturan Pilkada memang mengharuskan anggota TNI, Polri atau PNS yang nyalon Pilkada wajib mundur dari institusinya.  Jabatan terakhir Agus di militer adalah komandan Komandan Batalyon Infanteri Mekanis 203/Arya Kamuning yang bermarkas di Tangerang.

Padahal selama ini, calon berlatar militer yang pernah maju sebagai calon gubernur, adalah perwira-perwira yang sudah menyandang bintang. Hendardji misalnya, saat maju Pilkada Jakarta pada 2012, adalah pensiunan tentara dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal. Pun Prijanto, yang jadi wakil Fauzi Bowo, saat Pilkada tahun 2007 adalah purnawirawan TNI bintang dua.

Nachrowi Ramli, ketika berduet dengan Fauzi Bowo di Pilgub Jakarta 2012, pangkat terakhirnya Mayor Jenderal. Jadi baru Agus, calon gubernur DKI yang pangkat terakhirnya di militer masih perwira menengah. Tentu ini sebuah sejarah baru, seorang Mayor bisa jadi cagub. Selama ini, untuk level pemilihan provinsi, calon berlatar militer yang bisa maju minimal berpangkat Kolonel. Tapi kebanyakan sudah Mayor Jenderal.

3. Beristrikan ‘selebritis

Agus Harimurti menikah pada 8 Juli 2015.  Istrinya, Anisa Pohan, adalah putri dari mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aulia Pohan. Annisa juga pernah berkecimpung di dunia hiburan, dengan jadi presenter di beberapa acara televisi. Selain itu, saat masih aktif di dunia entertainment, Anisa juga sempat jadi bintang iklan. Annisa juga pernah jadi juara I Gadis Shampo pada 2001 dan finalis Gadis Sampul 1997.

4. Putra mantan Presiden dua periode

Agus, bukanlah orang sembarangan. Ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono pernah jadi Presiden dua periode. Sementara ibunya, Ani Yudhoyono, merupakan putri kandung dari mendiang Jenderal Sarwo Edhie Wibowo.

Paman Agus, Pramono Edhie Wibowo juga bukan orang sembarangan. Pramono pernah jadi , Danjen Kopassus, Pangkostrad dan terakhir jadi Kepala Staf TNI-AD. Pangkat terakhirnya adalah jenderal bintang empat. Sementara adik Agus, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, saat ini menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat di Senayan. Sebelum jadi ketua fraksi, Ibas sempat jadi Sekjen Partai Demokrat, partai yang didirikan ayahnya.

5. Diusung oleh partai yang diketuai ayahnya

Yang menarik dari pencalonan Agus Harimurti adalah partai yang mengusungnya. Seperti diketahui, Agus diusung oleh beberapa partai, yakni PAN, PPP, PKB dan Partai Demokrat. Nah, diantara partai pengusung Agus, Demokratlah partai yang paling banyak punya kursi di DPRD DKI Jakarta. Demokrat, punya 12 kursi.

Yang menarik, Partai Demokrat itu kini dinakhodai mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY yang tak lain adalah ayah Agus sendiri. Lebih menarik lagi, sebelum diputuskan jadi cagub, rapat-rapat penentuan calon banyak dilakukan di Cikeas, kediaman pribadi SBY, ayah Agus. Wajar jika kemudian banyak yang menilai, jika majunya Agus karena dorongan sang ayah. Meski SBY dan Agus sendiri membantah. SBY membantah, jika dirinya disebut yang meminta Agus nyagub. Kata SBY, ia tak pernah meminta Agus untuk maju.

Agus sendiri menegaskan, ia yang memutuskan maju, setelah ada permintaan dari partai-partai yang mendukungnya sekarang untuk maju di Pilgub Jakarta.

6. Calon gubernur termuda di Pilgub DKI Jakarta

Lahir pada 10 Agustus 1978, Agus Harimurti pun tercatat sebagai calon gubernur paling muda diantara calon lainnya, seperti Ahok dan Anies Baswedan. Agus pada 2016 ini, genap berumur 38 tahun.  Ahok sendiri misalnya lahir 29 Juni 1966. Artinya sekarang usia Ahok sekitar 50 tahunan. Sementara Anies lahir pada 7 Mei 1969 atau 47 tahun umurnya sekarang.

Pun kalau dibandingkan dengan calon wakil gubernur, Agus menang muda. Sandiaga Uno misalnya, lahir pada 28 Juni 1969. Umur Sandiaga, tak beda jauh dengan Anies yang jadi kawan duetnya. Sementara Djarot calon Wakil Gubernur yang mendampingi Ahok, lahir pada 6 Juli 1962 atau berusai 54 tahun saat ini.

Dengan teman duetnya, Sylvia Murnia, usia Agus juga terpaut jauh. Sylvia lahir pada 11 Oktober 1958 atau 58 tahun usianya sekarang.

Jangan lupa baca juga Ini Dia, 6 Hobi Mendagri Tjahjo Kumolo.

22 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.